-->
Showing posts with label Air Terjun. Show all posts
Showing posts with label Air Terjun. Show all posts

Air Terjun

Air Terjun Idris - Air Terjun Di Dekat Kampung Ikan, Desa Kluncing, Banyuwangi     Edit

Air Terjun Idris, Desa Kluncing Banyuwangi

Di kaki Gunung Ranti dan Kawah Ijen, terdapat sebuah dusun yang diberi nama Kampung Ikan. Disebut Kampung Ikan karena disana merupakan kampung peternak ikan air tawar sejak dahulu. Letaknya yang berada dekat kawasan pegunungan membuat kampung Ikan di Banyuwangi ini punya pemandangan alam yang indah, sumber air yang mengalir jernih juga terdapat beberapa air terjun salah satunya adalah Air Terjun Idris atau lebih dikenal dengan Grujugan Idris.

Grujugan Idris terletak di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Saya tau keberadaan air terjun tersebut karena diajak oleh Mas Hartono, Pemuda Kampung Ikan di Desa Kluncing tersebut. Penamaan Grujugan Idris diambil dari nama sumber air atau mata air yang ada di dekat air terjun Idris.

Rute ke Air Terjun/Grujugan Idris
Air Terjun Idris Jalan Kaki menyelusuri Sawah
Untuk menuju Air Terjun Idris dari kota Banyuwangi cukup mudah kok. Dari Banyuwangi harus ke menuju Kampung Ikan, Desa Kluncing. Kalian tinggal mengarahkan kendaraan searah menuju Kawah Ijen melewati Desa Olehsari- Desa Glagah hingga sampai di pertigaan Pasar Licin ambil ke kiri ke arah Pakel. Dari sini jalan akan berkeok-kelok, kita harus ekstra hati-hati mengendarai kendaraan. Lalu akan melewati Desa Segobang dan sampai ke Desa Kluncing. Grujugan Idris berada di pinggir area persawahan dekat SMP 2 Licin. Setelah melewati persawahan, kalian akan menuruni jurang mengikuti jalan setapak yang ada karena air terjunnya ada di bawah jurang tersebut. Jika ragu, kalian bisa ke Kampung Ikan siapa tau ada warga yang bisa diajak untuk mengantar ke Air Terjun Idris tersebut.

pemandangan air terjun Idris dari ketinggian
Air terjun Idris terletak di sebuah jurang yang ditumbuhi oleh banyak tumbuhan dan pepohonan seperti bambu dan pohon aren. Air Terjun Idris mempunyai ketinggian sekitar 10 meter, dibawahnya terdapat kedung atau cekungan alami membentuk sebuah kolam yang kedalamannya sekitar 2-3 meter, jadi yang tidak bisa berenang jangan nekat menceburkan ke ckungan kolam tersebut ya. Dengan ketinggian sekitar 10 meter dan kedalaman 2-3 meter. Mas Hartono dan temannya pun mencoba loncat dari air terjun tersebut. Seketika saya iri dengan mereka yang bisa berenang haha.

Sumber air di bawah air terjun Idris
Mendengar nama Idris, saya langsung inget nama Nabi Idris AS. Beliau diceritakan dalam kisah 25 Nabi. Penamaan Idris karena di air terjun tersebut terdapat mata air yang keluar dari celah bebatuan. Air Terjun Idris ini juga punya cerita unik bahwa dulunya disekitar air terjun, ada pohon Aren cukup besar, pohon tersebut menjelma jadi ular besar di sekitar air terjun. Mungkin kisah ini bisa saja merupakan karangan jaman dahulu agar anak-anak desa setempat tidak sembarangan main ke air terjun Idris ini mengingat kolam alaminya mempunyai kedalaman sedalam 3 meter.

Berkunjung ke Kampung Ikan jangan Lupa main juga ke air terjun Idris
Saya kesini Bulan Oktober 2019, fasilitas yang disediakan belum ada. Namun Pemuda setempat sudah punya rencana untuk membuka air terjun dan menyediakan beberapa fasilitas. Terlihat dengan adanya kegiatan kerjabakti membersihkan lahan sekitar air terjun dan memperbaiki kondisi jalan setapak. Daripada potensi alam seperti air terjun Idris ini didiamkan begitu saja, lebh baik dikelola pemuda desa apalagi ini merupakan kegiatan yang positif dan bisa memajukan ekonomi desa.

Tertarik berkunjung ke Air Terjun Idris ini, jangan lupa mampir dulu ke Kampung Ikan, Kluncing ya.

Air Terjun Telunjuk Raung, Banyuwangi - Kesejukan Alami Di Lereng Gunung Raung     Edit


Gunung Raung merupakan salah satu gunung yang mempesona di Banyuwangi. Gunung Raung terkenal dengan Kaldera yang luasannya terluas kedua di Indonesia setelah Kaldera Gunung Tambora. Medan menuju puncaknya sangat menantang terutama dari Jalur Pendakian Kalibaru sehingga banyak mengundang para pendaki untuk mendaki Gunung tersebut. Namun pesona Raung tidak hanya puncaknya. Ada pesona yang mungkin tersembunyi yang belum di ketahui oleh banyak orang, salah satunya adalah Air Terjun Telunjuk Raung.

Penamaannya unik, Telunjuk yang merupakan salah satu anggota tubuh yang mungkin menggambarkan bahwa air terjunnya berbentuk lurus seperti jari Telunjuk dan Raung karena letaknya air terjunnya berada di kaki Gunung Raung. Melihat air terjun Telunjuk Raung saya jadi teringat kisah Nabi Musa yang mendapat petunjuk dari-NYA untuk memukulkan tongkat ke arah batuan sehingga muncul 12 sumber mata air. Mungkin begitupula dengan Telunjuk Raung, Tuhan menunjukan Telunjuknya terhadap Gunung Raung untuk mengeluarkan air, maka keluarlah air salah satunya sumber air dari Air Terjun Telunjuk Raung. Airnya bersih, jernih dan menyejukan. Saya datang kesana saat musim penghujan dan airmya tetap sama, tidak berubah warna keruh, itu menandakan hutan yang berada diatas air terjun ini sangat terjaga.

pertigaan terakhir sebelum jalan tanah perkebunan, ada petunjuk jalan
Rute Menuju Air Terjun Telunjuk Raung dari Kota Banyuwangi
Air Terjun Telunjuk Raung merupakan air terjun yang terletak di daerah perkebunan PTPN tepatnya di desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.  Untuk menuju kesana tidak ada angkutan umum, harus menggunakan kendaraan pribadi maupun sewa. Lama perjalanan dari kota Banyuwangi sekitar  1-1,5 jam perjalanan. Rute menuju ke Air Terjun Telunjuk Raung cukup mudah, dari kota Banyuwangi ambil arah ke Kota Rogojampi – perempatan Kantor Pos Rogojampi ambil ke arah Barat menuju Songgon (belok kanan jika dari kota Banyuwangi) ikuti terus hingga melewati pasar Songgon lalu ambil arah ke Sragi – Sampai Perempatan Sragi ambil ke barat atau ke belok kanan. Ikuti jalan tersebut melewati  Dusun Pasar- Air Terjun Temcor- dan mentok di pertigaan akan bertemu petunjuk jalan menuju Air Terjun Telunjuk Raung – Ikuti saja petunjuk melewati jalan tanah perkebunan cengkeh hingga sampai parkiran.

jalan tanah perkebunan
pemandangan dari gardu pandang rumah pohon
Pemandangan menakjubkan saat berada di jalan tanah perkebunan cengkeh, Gunung Meranti-Gunung Suket dan Raung sedikit terlihat namun puncaknya agak tertutup awan. Sebelah kanan merupakan lahan eks Tebu yang sudah di panen, dan sebelah kiri merupakan lereng jurang dengan dasar sebuah sungai.  Akhirnya sampai di kawasan wisata Telunjuk Raung, Untuk memasuki kawasan tersebut kita dipungut biaya sebesar Rp.5.000/orang. Kawasan parkirnya cukup menarik dengan tata tanaman bunga yang menarik, area gardu pandang dalam bentuk rumah pohon yang digunakan untuk melihat pemandangan sekitar lebih leluasa. di sekitar sini juga terdapat fasilitas kamar mandi, musholla dan kantin. Tidak berlama-lama, saya langsung berjalan menuruni jalan setapak menuju Air Terjun Telunjuk Raung.
Jalan turun ke dua, setelah turunan pertama
selada air di tepi sungai
kolam alaminya dengan air yang agak biru
Jalan turunnya ternyata panjang, namun agak landai kalau dilihat dari atas seakan jauh dan membuat orang yang liat jalan turunnya, udah bikin mikir nanti pulangnya gimana haha. Pemandangannya sejauh mata memandang menyimpulkan bahwa hutan di sekitar air terjun amat terjaga. Sampai dibawah kalian akan bertemu sungai kecil dan di sepanjang sungainya tumbuh tumbuhan selada air. Di tepian sungainya pun dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk menanam tumbuhan selada air tersebut. Sesampai diujung jalan ada semacam kolam alami yang bisa kita gunakan untuk berenang-renang. Air sungai jatuh di kolam tersebut setinggi 0,5 meter sehingga terlihat seperti air terjun. Pada air sungai yang jatuh air terlihat agak biru, mungkin pas terjunan airnya sedikit agak dalam. Lanjut menyelusuri sungai dan masih bertemu dengan selada air, gemuruh air terjun sudah terdengar cukup keras dan akhirnya air terjun sudah terlihat.

family time
anak2  yang bermain di sekitar air terjun
Air Terjun Telunjuk Raung ternyata berada di dasar lereng dengan lereng kanan yang agak tinggi dan lereng sebelah kiri agak landai. Lereng tersebut ditumbuhi oleh pohon dan tumbuhan bawah yang rapat. Dahan-dahan pohon yang berada di sekitar air terjun berlumut dan selalu basah terkena cipratan embun yang tertiup oleh anginnya. Di tepi tebing sebelah kanan seperti terlihat Goa, namun enggan saya coba mendekat karena hawanya kurang enak. Saya memutuskan menikmati dinginnya air sungai telunjuk raung sambil mengambil beberapa gambar. Satu keluarga ada yang datang setelah saya, anak-anak mereka langsung ngacir (lari) dan bermain air di bawah air terjun, menggunakan batu besar untuk bermain prosotan. Bapak yang mendampingi mereka bermain sedang asik foto-foto menggunakan tongsisnya :D.
mau loncat tapi kolam alami cuma sepinggang :D
Setelah puas, bermain di sekitar air terjun saya kembali ke kolam alaminya, untuk berendam disana. Dasar permukaan airnya ternyata pasir lembut dengan batu-batu kerikil, alirannya cukup deras jika kita mengapung ditengah kolam alaminya perlahan-lahan terbawa kedalamannya berkisar selutut hingga sepinggang orang dewasa. Dan uniknya air yang berwarna agak kebiruan, saya penasaran mendekati  air berwarna biru dekat terjunannya, arusnya agak deras dan saya mengurungkan niat berada didalamnya, karena khawatir nanti permukaannya dalam, saya tidak bisa berenang :D.

Rasanya setelah berendam di kolam, walau tidak sabunan tubuh terasa bersih dan segar. Di dekat kolam tersebut ada ruang ganti sederhana yang dibuat dari kayu beratap seng. Saya berganti baju disini, dan melanjutkan kembali menuju ke parkiran.


Air Terjun Telunjuk Raung, Songgon, Banyuwangi layak kamu kunjungi
Air Terjun Telunjuk Raung ini layak kalian kunjungi saat kalian berada di Banyuwangi. Wisata lain di sekitar air terjun Telunjuk Raung yang bisa kalian kunjungi juga cukup banyak, dari Rumah Pohon Hutan Pinus, Bukit Mondoleko, Air Terjun Temcor, Rafting Karo, Green Gumuk Candi dan lain-lainnya.